Selasa, 14 Mei 2013

Kimono "Pakaian Tradisonal Jepang"


Kon'nichiwa ..
Watashi wa modottekita ^^

Posting admin hari ini agak sedikit keluar dari tema nih, tapi masih tetep satu jalur kok sama tema seputar jepang XD

Disetiap negara pasti punya yang namanya pakaian tradisional. Seperti Kebaya dari Indonesia, Hanbok dari Korea, Sari dari India, Cheongsam dari China dan Kimono dari Jepang. Kali ini admin bahas seputar kimono nih, cekidot !!

Kimono
Kimono adalah pakaian tradisional yang berasal dari Jepang. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang).

Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf "T", mirip mantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan.

Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/pinggang, dan diikat di bagian punggung. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zōri atau geta.

Kimono banyak jenisnya, jenis kimono yang dipakai dapat menunjukkan umur pemakai, status perkawinan, dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri. Berikut ini jenis-jenis kimono yang ada di Jepang.

1. Kurotomesode
Tomesode adalah kimono paling formal untuk wanita yang sudah menikah. Bila berwarna hitam, kimono jenis ini disebut kurotomesode (arti harfiah : tomesode hitam). Kurotomesode dipakai untuk menghadiri resepsi pernikahan dan acara-acara yang sangat resmi.

2. Irotomesode
Tomesode yang dibuat dari kain berwarna disebut irotomesode (arti harfiah : tomesode berwarna). Kimono jenis ini dipakai oleh wanita dewasa yang sudah/belum menikah.

3. Furisode
Furisode adalah kimono paling formal untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan berwarna-warni cerah dengan motif mencolok di seluruh bagian kain. Pakaian pengantin wanita yang disebut hanayome ishō termasuk salah satu jenis furisode.

4. Homongi
Hōmon-gi (arti harfiah : baju untuk berkunjung) adalah kimono formal untuk wanita, sudah menikah atau belum menikah. Homongi dipakai sewaktu menjadi tamu resepsi pernikahan, upacara minum teh, atau merayakan tahun baru.

5. Iromuji
Iromuji adalah kimono semiformal, namun bisa dijadikan kimono formal bila iromuji tersebut memiliki lambang keluarga (kamon). Bila menghadiri upacara minum teh, cukup dipakai iromuji dengan satu lambang keluarga.

6. Tsukesage
Tsukesage adalah kimono semiformal untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Tsukesage dikenakan untuk menghadiri upacara minum teh yang tidak begitu resmi, pesta pernikahan, pesta resmi, atau merayakan tahun baru.

7. Komon
Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas kimono jenis ini adalah motif sederhana dan berukuran kecil-kecil yang berulang. Komon dikenakan untuk menghadiri pesta reuni, makan malam, bertemu dengan teman-teman, atau menonton pertunjukan di gedung.

8. Tsumugi
Tsumugi adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah. Walaupun demikian, kimono jenis ini boleh dikenakan untuk keluar rumah seperti ketika berbelanja dan berjalan-jalan. Kimono jenis ini tahan lama, dan dulunya dikenakan untuk bekerja di ladang.

9. Yukata
Yukata adalah kimono santai yang dibuat dari kain katun tipis tanpa pelapis untuk kesempatan santai di musim panas.


Itulah beberapa variasi kimono yang ada di Jepang. Hmmm,, menarik yaahh ??

Bingung cari makan? Klik http://www.kulinerplus.com #search engine kuliner enak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar